Hari ke 6 SP
“Na kamu kayaknya deket ya sama Hail… Mau
tolongin aku nggak Na…”
Sheila yang tidak terlalu dekat dengan Aina
tiba-tiba mengajak Aina ngobrol di pagi hari sebelum semua panitian memulai
kegiatan.
“Kalau yang lebih deket sih menurutku ya
Haris, teman sekelasnya Sel.”
Jawab Aina singkat.
“Maksud aku kamu satu-satunya wanita yang
bisa betah ngobrol sama Hail lama-lama Na. Soalnya Hail kan jutek kalau bicara
sama perempuan lain.”
Sheila menjelaskan maksud ucapannya di awal
tadi.
“Hmm… gitu ya… Terus emang apa yang bisa aku
tolong buat kamu?”
Aina bertanya asal walaupun sejujurnya dia
sudah mengerti maksud Sheila yang sebenarnya.
“Kamu tolongin aku deketin dia dong Na… Aku
udah suka banget sama dia semenjak hari pertama kita dateng di rumah ini. Dia
ganteng.. keren… pinter lagi… idaman banget lah pokoknya!”